Minggu, 17 Oktober 2010

Yogurt

Anak-anak memasak? Mengapa tidak. Sekarang banyak tempat wisata yang mengajak anak berkelana merasakan menjadi apa saja, termasuk enaknya menjadi koki. Selain mengenal bermacam- macam kudapan sehat dan bahan-bahan pembuatnya, anak menjadi lebih bisa menghargai makanan yang mereka makan.
Wisata unik ini bisa dinikmati, antara lain, di Taman Budaya Sentul City dan Agripark IPB di Kota Bogor. Pilihan menarik lain, terutama untuk mengenal pertanian tradisional, yaitu Kampung Wisata Cinangneng di Kabupaten Bogor.
Sesuai namanya, Agripark IPB memang dikelola PT Bogor Life Science and Technology menginduk pada Institut Pertanian Bogor. Agripark IPB berlokasi di Taman Kencana Sempur di tengah kota.
Direktur PT Bogor Life Science and Technology Herry Nugraha mengatakan, Agripark sengaja dirancang sebagai kawasan wisata berbasis pertanian yang terdiri dari dua bagian, yakni Agrifun dan Agricafe. Boleh dikata Agrifun adalah miniatur IPB. Di wahana ini ada fasilitas milik Fakultas Pertanian, Peternakan, Kedokteran Hewan, dan Teknologi Pangan.
Di sini, anak-anak bebas bermain di kandang kambing dan memberi minum susu anak- anak kambing dengan botol dot atau justru memerah susu sapi sendiri.
”Sehari dua kali perah susu, pukul 08.00 dan 15.00. Susu hasil perahan sendiri kemudian diolah menjadi yogurt,” kata Pristi, penyelia kegiatan di Agrifun.
Setelah memerah susu, anak- anak digiring ke laboratorium mini teknologi pangan. Di situlah anak-anak mengolah susu murni menjadi yogurt untuk dinikmati di tempat atau dibawa pulang.
Di setiap kegiatan, selalu ada pemandu yang menemani anak- anak. Aisyah (4), misalnya, sulit mengerti bahwa tumbuhan ternyata memasak makanannya agar bisa berkembang. Pristi kemudian mengenalkan bagaimana sebuah pohon tumbuh dan kegunaannya serta cara menanam pohon. Bibit pohon yang dipakai adalah bibit sayuran, seperti cabai dan tomat. Untuk oleh-oleh, Aisyah boleh membawa pulang bibit tanaman biar bisa praktik menanam sendiri.
Si kecil Aisyah makin kegirangan karena di taman wisata ini, ia bisa ikut-ikutan menjadi dokter hewan di klinik hewan. Di klinik ini, anak-anak akan diperkenalkan kepada dokter hewan yang mengobati dan merawat hewan piaraan, seperti kucing, anjing, kelinci, dan ular.
Untuk bisa merasakan semua pengalaman menarik itu, orangtua bisa memesan sebelum datang. Tersedia paket sekali datang maupun paket empat kali pertemuan. Biaya per anak Rp 35.000-Rp 120.000.
Kalau mendadak datang, bayar saja Rp 10.000 per anak dan manfaatkan aneka permainan luar ruang yang menantang, seperti flying fox. Taman bermain outbond ini berdampingan dengan Agricafe, tempat semua keluarga dan teman bisa duduk santai menyantap aneka makanan khas Bogor maupun menu-menu barat. Jaminan menggoda yang ditawarkan pengelola kafe, bahan makanan yang dipakai sebagian besar hasil olahan mahasiswa IPB maupun usaha kecil yang dibina IPB. Dijamin sehat dan segar.
Koki cilik
Jika Agripark menawarkan fasilitas lengkap tetapi sederhana, Taman Budaya Sentul City mengemas paket-paket wisata anak dan keluarga secara berkelas, tetapi harga tetap terjangkau.
Menurut Kezia Agustina Pariury, pengelola Taman Budaya Sentul City, dengan membayar Rp 1,5 juta, orangtua dan dua anak sudah bisa menghabiskan sehari semalam berwisata di sini.
”Itu sudah menginap di guest house, layanan spa untuk orangtua, program bermain anak, seperti kelas memasak dan kegiatan outdoor,” kata Kezia.
Mencapai Taman Budaya ini mudah saja, dari Jakarta langsung saja masuk jalan tol menuju Bogor. Keluar di pintu Tol Sentul Selatan atau yang sekarang bernama Sentul City. Ikuti petunjuk arah atau bertanya kepada penjaga keamanan setempat, pasti sampai ke tempat yang ditata apik dan hijau itu.
Meskipun dari luar terlihat sempit, Taman Budaya memiliki segudang fasilitas menarik. Secara umum, ada empat kategori, yaitu adventure center, green center, culture center, dan facility center.
Tersedia fasilitas belajar membatik, membuat keramik, sampai melukis kaus, payung, dan layang-layang. Mau memilih ekowisata tur ke hutan pinus, air terjun, atau susur sungai di Gunung Pancar boleh. Fasilitas outbond jelas lengkap. Namun, kalau mau menjadi koki cilik ditemani chef profesional, boleh juga.
”Kenapa keju penting bagi tubuh. Kalsium, itu apa? Ini dijelaskan chef kami sambil mengajari anak membuat makanan sehat,” kata Kezia.
Di Taman Budaya ini, orangtua dan anak punya tempat sendiri-sendiri untuk bersantai. Tunggu apalagi, yuk meluncur.

http://regional.kompas.com/read/2010/03/06/16312226/Buat.Yogurt.Sambil.Bermain

PENGERTIAN PHYSICAL EVIDENCE

Physical evidence atau kita kenal dengan kata lain “bukti fisik” ini yaitu merupakan suatu hal yang mempengaruhi kepuasan konsumen untuk membeli dan menggunakan barang atau jasa yang ditawarkan.
Bukti fisik adalah lingkungan fisik perusahaan tempat jasa diciptakan dan tempat penyediaan jasa serta konsumen berinteraksi, ditambah elemen tangible yang digunakan untuk mengkomunikasikan atau mendukung peranan jasa itu.
Berdasarkan penjabaran tersebut dapat di simpulkan bahwa Bukti fisik adalah struktur fisik dari sebuah perusahaan yang merupakan komponen utama dalam membentuk kesan sebuah perusahaan. Bukti fisik memiliki peranan penting untuk menarik minat konsumen agar datang ke suatu perusahaan dan melakukan pembelian.

http://iwandah.blogspot.com/2010/04/physical-evidence.html

Bukti Fisik - Bagian dari Marketing Mix

bukti fisik adalah bagian materi layanan. Sebenarnya tidak ada atribut fisik untuk layanan, sehingga konsumen cenderung mengandalkan isyarat material.
Ada banyak contoh bukti fisik, termasuk beberapa hal sebagai berikut:

    
* Kemasan.
    
* Internet / halaman web.
    
* Dokumen (invoice, tiket dan catatan pengiriman).
    
* Brosur.
    
* Furnishings.
    
* Signage (seperti yang di pesawat dan kendaraan).
    
* Seragam.
    
* Kartu nama.
    
* Bangunan itu sendiri (seperti kantor bergengsi atau markas indah).
    
* Kotak surat dan banyak lainnya. . . . . .
Kotak surat
Sebuah acara olahraga dikemas penuh dengan bukti fisik. tiket Anda memiliki logo tim Anda dicetak pada mereka, dan pemain mengenakan seragam. Stadion itu sendiri bisa mengesankan dan memiliki suasana electrifying. Anda berkelana ke sana dan memarkir dengan cepat di dekatnya, dan kursi anda yang nyaman dan dekat dengan toilet dan menyimpan. Yang Anda butuhkan saat ini adalah untuk tim Anda untuk menang!Pemain Sepakbola


Beberapa organisasi sangat tergantung pada bukti fisik sebagai alat komunikasi pemasaran, atraksi wisata contoh dan resort (misalnya Disney World), paket dan layanan surat (misalnya truk UPS), dan bank besar dan perusahaan asuransi (misalnya Lloyds of London).


http://marketingteacher.com/lesson-store/lesson-physical-evidence.html

doktor

Dokter (dari bahasa Latin yang berarti "guru") adalah seseorang yang karena keilmuannya berusaha menyembuhkan orang-orang yang sakit. Tidak semua orang yang menyembuhkan penyakit bisa disebut dokter. Untuk menjadi dokter biasanya diperlukan pendidikan dan pelatihan khusus dan mempunyai gelar dalam bidang kedokteran.

Untuk menjadi seorang dokter, seseorang harus menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran selama beberapa tahun terggantung sistem yang dipakai oleh Universitas tempat Fakultas Kedokteran itu berada.

Di Indonesia Pendidikan Dokter mengacu pada suatu Kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia (KIPDI) .Saat ini digunakan KIPDI III yang menggunakan sistem Problem Based Learning

Pendidikan dokter di Indonesia membutuhkan 10 semester untuk menjadi dokter, 7 semester untuk mendapatkan gelar sarjana (Sarjana Kedokteran/S.Ked) ditambah 3 semester koskap (clerkship) di Rumah Sakit.[rujukan?]

Dokter sesudah mengikuti pendidikan lanjut (spesialisasi) umumnya dibedakan kepada:

* dokter keluarga - memeriksa segala macam penyakit secara umum
* dokter spesialis - mempunyai keahlian dalam suatu bidang (organ, golongan dll) medis secara spesifik
* dokter gigi - mempunyai keahlian khusus dalam bidang gigi


http://id.wikipedia.org/wiki/Dokter

Sabtu, 16 Oktober 2010

Koki

Koki atau juru masak adalah orang yang menyiapkan makanan untuk disantap. Istilah ini kadang merujuk pada chef, walaupun kedua istilah ini secara profesional tidak dapat disamakan. Istilah koki pada suatu dapur rumah makan atau restoran biasanya merujuk pada orang dengan sedikit atau tanpa pengaruh kreatif terhadap menu dan memiliki sedikit atau tanpa pengaruh apapun terhadap dapur. Mereka biasanya adalah semua anggota dapur yang berada di bawah chef (kepala koki).
Jenis restoran lain mungkin memiliki menu yang relatif konstan dan hanya memiliki orang-orang yang dapat menyiapkan makanan secara cepat dan konsisten, serta tidak terlalu membutuhkan kepala koki. Restoran jenis ini dapat dijalankan sepenuhnya oleh koki, contohnya pada restoran cepat saji.

http://id.wikipedia.org/wiki/Koki

PRAMUNIAGA

PRAMUNIAGA
Garda Depan Perbukuan


DERAP langkah reformasi yang dimulai pada tahun 1998 membawa dampak positif bagi perkembangan dunia perbukuan Indonesia. Dewasa ini kita akan mudah menemukan tumpukan buku baru yang berderet-deret, yang sebagian besar di antaranya ditulis dan diterbitkan oleh pemain-pemain baru. Tema-tema seperti ketidakadilan, kemiskinan, penindasan, juga seks yang beberapa lalu dianggap tabu untuk dibicarakan kini mulai banyak bermunculan tanpa takut pada ancaman pembredelan.

Perkembangan toko buku di Indonesia juga tidak kalah menggembirakan. Di setiap sudut kota banyak kita temukan toko buku baru yang mengusung berbagi panji sebagai cirinya, dari yang murni toko buku komersial hingga yang diseting sebagai sebuah komunitas baca (Kompas, 15 Februari 2004). Sebagai contoh, di bilangan Jalan Suroto Yogyakarta sejak bulan Oktober 2003 hadir sebuah toko buku bernama Dunia Tera yang merupakan bagian dari aktivitas Yayasan Indonesia Tera Magelang. Dunia Tera lahir mengusung sesuatu yang unik, ia menformat dirinya tidak sekadar sebagai toko buku atau toserba yang berjejal berbagai macam buku yang terkadang justru membuat pembaca kenyang sebelum membaca. Dunia Tera mencoba menawarkan alternatif toko buku sekaligus ruang baca, untuk menjalin keakraban antara buku dengan pembaca (Bernas, 5 November 2003; Kompas, 15 Februari 2004; Matabaca, Vol.2/No.8/April 2004). Penataan ruangnya diformat sebagai gabungan antara toko buku, taman bacaan, dan galeri seni.

Berbicara toko buku, sesungguhnya tidak dapat melepaskan diri untuk menengok peran pramuniaga sebagai garda depan sebuah toko buku. Walau berada pada tingkat paling bawah dalam sebuah struktur organisasi, pramuniaga sesungguhnya memiliki andil yang tidak kecil dalam kelangsungan hidup sebuah toko buku. Misalnya, ketika seorang konsumen kesulitan mencari sebuah buku dengan judul tertentu di antara sedemikian banyak buku, pastilah mereka akan bertanya kepada pramuniaga. Bahkan, konsumen seringkali bertanya kepada pramuniaga hanya berdasarkan tema atau subjek tertentu tanpa mengetahui judul buku atau nama penulisnya. 

Pramuniaga, yang dalam istilah sebuah jaringan toko buku besar di mana penulis pernah bekerja disebut sebagai wiraniaga (satria berdagang), mengemban tugas sebagai seseorang yang berhadapan langsung dengan pembeli atau calon pembeli buku. Untuk itu, wiraniaga dituntut untuk memiliki dan menguasai segala informasi mengenai produk yang ada di toko buku. Tugas lain seorang wiraniaga adalah menjaga keamanan dan kerapian buku yang dipajang dan segala pernak-pernik yang ada di toko buku sebagai aset perusahaan.

Sebagai devisi yang langsung berhubungan dengan customer, seorang wiraniaga dituntut keaktifannya dalam memberikan pelayanan dan mampu menciptakan atau pun mempertahankan hubungan harmonis yang telah terjalin dengan para pelanggan. Dalam hal ini, penulis bersyukur dapat menimba pengalaman berharga dari sistem pengelolaan toko buku, terutama divisi wiraniaga, di salah satu toko buku yang termasuk dalam jaringan toko buku terbesar di Indonesia. Meski hanya refleksi pribadi yang cukup subjektif, tulisan ini semoga memberi gambaran yang memadai bagi para pembaca yang ingin mengetahui seluk-beluk penanganan toko buku terutama dalam kaitannya dengan kepramuniagaan toko buku.
Sebagai usaha untuk mengetahui harapan konsumen dan bekal untuk pembenahan berkelanjutan, toko buku perlu mengadakan semacam survei kepada pelanggan. Survei berkala ini dapat dilaksanakan dengan memberikan lembaran yang berisi pertanyaan mengenai kepuasan pelanggan dalam hal pelayanan, kelengkapan produk, hingga pendapat mengenai musik yang diputar. Dari sini, ada banyak tanggapan ataupun harapan pelanggan yang dapat dikumpulkan, misalnya dapat diketahui bahwa tidak sedikit pengunjung yang datang dengan motivasi rekreasi atau sekadar mengisi waktu luang, selain tentu saja memang memerlukan produk yang ditawarkan. Survei-survei semacam ini juga bermanfaat untuk menjalin hubungan baik dengan setiap pengunjung terutama pelanggan karena mereka merasa lebih dimanusiakan, bukan hanya dianggap sebagai konsumen yang akan memberikan profit bagi perusahaan.

Untuk dapat memberikan pelayanan yang maksimal, selain keramahan dan kesopanan dalam melayani, setiap wiraniaga juga diwajibkan memiliki pengetahuan akan produk yang dijual. Sangatlah aneh jika seorang penjual tidak mengetahui spesifikasi produk yang ditawarkannya kepada konsumen. Ada banyak usaha yang harus dilakukan oleh staf wiraniaga, mulai dari mencoba mempresentasikan hingga meresensi buku, terutama buku-buku yang menjadi tanggung jawab utama seorang wiraniaga. Hal-hal semacam ini perlu disosialisasikan secara rutin, misalnya dalam briefing yang diadakan setiap pagi hari, setengah jam sebelum toko dibuka. Jika perlu, diadakan juga lomba antar wiraniaga dalam hal pengetahuan atas buku-buku yang ada di toko buku. Untuk lomba semacam ini dapat dibentuk dewan juri yang akan menentukan buku apa yang harus diresensi. Dari kegiatan-kegiatan semacam itu, dapat diketahui sampai sejauh mana pengetahuan dan kecintaan para wiraniaga terhadap produk yang menjadi tanggung jawabnya. Semua itu tiada lain adalah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.

Keterampilan menata atau mempertunjukkan (display) buku juga menjadi senjata ampuh dalam meningkatkan pelayanan. Prinsip utama dalam penataan buku yaitu untuk mempermudah wiraniaga atau pun konsumen dalam mencari buku yang dibutuhkan. Display buku biasanya dimulai dengan memisah-misahkan buku berdasarkan grup (tema) untuk kemudian sub-grupnya (sub-tema). Bilamana diperlukan, pengelompokan buku dilanjutkan berdasarkan penerbit dan penulis buku tersebut. Misalnya, buku-buku sekolah dijadikan satu dengan buku-buku sejenis untuk kemudian dikelompokkan lagi berdasarkan kelas dan mata pelajarannya. Karena dalam satu mata pelajaran ditemukan beberapa penerbit dengan penulis yang berbeda pula maka pengelompokan dilanjutkan dengan memperhatikan penerbit dan penulisnya.

Penataan buku di floor display sedikit memerlukan penanganan yang berbeda dibandingkan penataan di rak. Selain penanganan standar sebagaimana yang telah dikemukakan di muka, penataan buku di floor juga harus memperhatikan bentuk display, perpaduan warna antar-sampul buku yang akan di-display, hingga jumlah buku yang tersedia. Buku yang datang dalam jumlah yang banyak tentu tidak akan di-display di depan dan menutupi buku yang telah ada atau yang jumlahnya lebih sedikit. Walau terkadang dianggap sepele, ternyata floor display cukup efektif sebagai pendongkrak penjualan. Floor display dikelola sebagai areal promosi buku-buku baru, buku-buku best seller, buku-buku diskon, buku-buku musiman (seperti buku-buku sekolah), juga terkadang untuk mempromosikan buku-buku yang kurang laku hingga penjualannya dapat terdongkrak.

Selain hal-hal yang bersifat teknis tersebut, seorang wiraniaga diharapkan juga memiliki pengetahuan dalam membaca grafik penjualan sehingga dapat cepat dan tepat dalam menyikapi fenomena penjualan yang ada. Seorang penjual tentu tidak akan membiarkan begitu saja produk yang laris terjual habis tanpa memiliki cadangan stok dan sebaliknya malah menimbun produk-produk yang kurang laku terjual. Seorang wiraniaga diharapkan memiliki insting penjualan tersebut sehingga dapat cepat dan tepat dalam pengadaan produk, baik quantity maupun timing-nya, begitu juga dalam meretur produk yang kurang laku. Walau dalam hal ini pengambil kebijakan ada di tangan devisi pembelian, namun setidak-tidaknya pengetahuan dari seorang wiraniaga yang berada di garda terdepan toko buku dapat dipergunakan sebagai masukan ataupun bahan pertimbangan penting.

Hal-hal yang telah penulis sebutkan di atas merupakan beberapa contoh aktivitas pramuniaga atau penjaga atau wiraniaga toko buku, sebagaimana pengalaman langsung penulis bekerja di toko buku besar di Jakarta. Dari sini minimal dapat kita perhatikan bagaimana rekan-rekan yang berada pada posisi ujung tombak ini mencurahkan tenaga dan pikirannya guna memutar roda perusahaan dan secara tidak langsung telah ikut mewarnai dunia perbukuan yang semakin berkembang di Indonesia.

Namun sebuah tulisan tetap sebuah tulisan, yang sulit untuk mengubah pola pandang masyarakat yang seakan kurang memperhatikan keberadaan rekan-rekan pramuniaga ini. Tidak jarang, pengunjung toko buku melihat para pramuniaga sebagai pengawas yang mengganggu aktivitas mereka. Hal ini bisa terjadi jika seorang pramuniaga terlalu menonjolkan fungsi pengawasan dan kurang memperhatikan peran-peran lain yang menjadi tugas mereka. Di sisi lain, pengelola dan bahkan rekan-rekan pramuniaga sendiri secara umum masih kurang menyadari tugas, tanggung jawab, dan peran penting pramuniaga atau wiraniaga atau penjaga toko buku sebagai ujung tombak yang menghubungkan toko buku dan konsumen, buku dan pembaca.

http://pinjambuku.wordpress.com/2007/09/23/pramuniaga-garda-depan-perbukuan/

Komitmen Karyawan : Definisi dan Jenis Komitmen Karyawan

Manajmen Sumber Daya Manusia. Beberapa definisi komitmen menurut Beberapa ahli:
a. Menurut Porter Komitmen karyawan adalah kekuatan yang bersifat relatif dari individu dalam mengidentifikasikan keterlibatan dirinya ke dalam bagian organisasi. Hal ini dapat ditandai dengan tiga hal yaitu :
1. Penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi.
2. Kesiapan dan kesediaan untuk berusaha dengan sungguh-sungguh atas nama organisasi.
3. Keinginan untuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi (Mowday.1982:27).

b. Menurut Richard M. Teers (Teers.1985:50) Komitmen karyawan adalah :
1. Rasa identifikasi yaitu kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi.
2. Keterlibatan yaitu kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi yang bersangkutan.
3. Loyalitas yaitu keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi.

Yang semuanya itu dinyatakan oleh pegawai terhadap organisasinya. Steers berpendapat bahwa komitmen karyawan merupakan kondisi di mana pegawai sangat tertarik terhadap tujuan, nilai-nilai, dan sasaran organisasinya. Komitmen karyawan lebih dari sekedar keanggotaan formal, karena meliputi sikap menyukai organisasi dan kesediaan untuk mengusahakan tingkat upaya yang tinggi bagi kepentingan organisasi demi pencapaian tujuan. Jadi komitmen karyawan mencakup unsur loyalitas terhadap organisasi, keterlibatan dalam pekerjaan, dan identifikasi terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi. Di samping itu komitmen karyawan mengandung pengertian sebagai suatu hal yang lebih dari sekedar kesetiaan yang pasif melainkan menyiratkan hubungan pegawai dengan perusahaan secara aktif. Karena pegawai yang menunjukkan komitmen tinggi memiliki keinginan untuk memberikan tenaga dan tanggungjawab yang lebih dalam menyokong kesejahteraan dan keberhasilan organisasinya.

Jenis Komitmen Karyawan

Jenis komitmen menurut Allen dan Meyer (Dunham.1994:370) terbagi atas tiga komponen, yaitu :
a. Komponen afektif berkaitan dengan emosional, identifikasi, dan keterlibatan pegawai di dalam suatu organisasi. Pegawai dengan afektif tinggi masih bergabung dengan organisasi karena keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi.
b. Komponen normatif merupakan perasaan pegawai tentang kewajiban yang harus diberikan kepada organisasi. Komponen normatif berkembang sebagai hasil dari pengalaman sosialisasi, tergantung dari sejauh apa perasaan kewajiban yang dimiliki pegawai. Komponen normatif menimbulkan perasaan kewajiban kepada pegawai untuk memberikan balasan atas apa yang pernah diterimanya dari organisasi.
c. Komponen continuance berarti komponen yang berdasarkan persepsi pegawai tentang kerugian yang akan dihadapinya jika meninggalkan organisasi. Pegawai dengan dasar organisasi tersebut disebabkan karena pegawai tersebut membutuhkan organisasi. Pegawai yang memiliki komitmen organisasi


dengan dasar afektif memiliki tingkah laku yang berbeda dengan pegawai dengan dasar continuance. Pegawai yang ingin menjadi anggota akan memiliki keinginan untuk berusaha yang sesuai dengan tujuan organisasi. Sebaliknya pegawai yang terpaksa menjadi anggota organisasi akan menghindari kerugian financial dan kerugian lain, sehingga mungkin hanya melakukan usaha yang tidak maksimal. Menurut Mowdey, Porter dan Steers, komitmen karyawan dikenal sebagai pendekatan sikap terhadap organisasi. Komitmen karyawan memiliki dua komponen yaitu sikap dan kehendak untuk bertingkah laku. Sikap mencakup identifikasi dengan organisasi yaitu penerimaan tujuan organisasi, di mana penerimaan ini merupakan dasar komitmen karyawan. Identifikasi pegawai tampak melalui sikap menyetujui kebijaksanaan organisasi, kesamaan nilai pribadi dan nilai-nilai organisasi, rasa kebanggaan menjadi bagian dari organisasi. Sikap juga mencakup keterlibatan seseorang sesuai peran dan tanggungjawab pekerjaan di organisasi tersebut. Pegawai yang memiliki komitmen tinggi akan menerima hampir semua tugas dan tanggungjawab pekerjaan yang diberikan padanya. Selain itu sikap juga mencakup kehangatan, afeksi, dan loyalitas terhadap organisasi merupakan evaluasi dari komitmen, serta adanya ikatan emosional dan keterikatan antara organisasi dengan pegawai. Pegawai dengan komitmen tinggi merasakan adanya loyalitas dan rasa memiliki terhadap organisasi.
Sedangkan yang termasuk kehendak untuk bertingkah laku adalah kesediaan untuk menampilkan usaha. Hal ini tampak melalui kesediaan bekerja melebihi apa yang diharapkan agar organisasi dapat maju. Pegawai dengan komitmen tinggi, ikut memperhatikan nasib organisasi. Keinginan juga termasuk kehendak untuk tetap berada dalam organisasi. Pada pegawai yang memiliki komitmen tinggi, hanya sedikit alasan untuk keluar dari organisasi dan berkeinginan untuk bergabung dengan organisasi yang telah dipilihnya dalam waktu lama.
Jadi seseorang yang memiliki komitmen tinggi akan memiliki identifikasi terhadap organisasi, terlibat sungguh-sungguh dalam pegawai dan ada loyalitas serta afeksi positif terhadap organisasi. Selain itu tampil tingkah laku yang berusaha ke arah tujuan organisasi dan keinginan untuk tetap bergabung dengan organisasi dalam jangka waktu lama. [Baca Juga : Membangun Komitmen Organisasi (Organizational Commitment)]
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/komitmen-karyawan-definisi-dan-jenis.html