Tampilkan postingan dengan label 6 Place. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 6 Place. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Oktober 2010

lokasi usaha yang profresional

Long weekend yang panjang. Dari hari kamis sampai minggu semua orang mendadak berubah hobinya menjadi pesiar. Akhirnya saya ketularan juga, ikut-ikutan “pesiar di kamar tidur”.

Ok, setelah libur panjang minggu kemarin, alhamdulillah sekarang saya bisa posting artikel tentang bagaimana pemilihan lokasi usaha yang tepat.

Kalau kata para pakar marketing, place atau lokasi usaha adalah salah satu elemen penting dalam 4P. Sekarang saya akan bagikan kepada anda bagaimana caranya agar anda bisa memilih place dalam 4P tadi dengan tepat.

1. Langkah pertama, begitu anda sudah ketemu lokasi usahanya, tulis alamatnya dengan lengkap supaya anda tidak lupa jika di kemudian hari anda mengecek ulang lokasi bisnis tersebut.
2. Setelah itu, catat nama, alamat, no telepon makelar, contact person atau apapun yang bisa anda hubungi dengan segera.
3. Tanyakan berapa biaya per meter persegi atau tanyakan berapa biaya lokasinya, entah anda mau sewa atau mau beli.
4. Cari tahu sejarah lokasi usaha tersebut. Contohnya jika anda akan menyewa kolam ikan, tanyakan 3 tahun yang lalu apakah aliran sungainya pernah kering.
5. Perhatikan lokasi bisnis yang anda bidik tadi dengan target atau pasar sasaran bisnis anda. Misalkan anda buka jasa fotocopy yang targetnya mahasiswa, cari tempat usaha yang dekat kampus atau lokasi usaha yang banyak kost-kostan.
6. Amati pola lalu lintasnya bagi calon pelanggan bisnis anda. Jika memudahkan bagi calon konsumen anda, berarti lokasi bisnis yang anda bidik punya nilai plus.
7. Perhatikan pula tempat parkir lokasi usaha yang anda bidik tadi. Banyak sekali konsumen yang tidak mau mampir ke tempat usaha anda hanya karena tempat parkir anda yang sempit dan kurang nyaman. Terutama jika bentuknya ruko untuk buka usaha toko atau rumah makan. Tempat parkir bukan hal yang sepele. Hal yang satu ini sering menjadi bahan pengambilan keputusan apakah konsumen mau datang atau mampir ke lokasi anda atau tidak..
8. Tanyakan angka kejahatan lokasi usaha tersebut kepada seseorang yang memenuhi kriteria sebagai pemberi informasi. Ini hal yang penting untuk anda cermati. Kalau anda sudah mendapatkan lokasi usaha yang aman, bangunlah hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Sekali anda salah memilih, bisa jadi barang anda raib karena kasus pemalakan, pencurian bahkan perampokan.
9. Pilihlah tempat usaha yang kualitas pelayanan umumnya banyak, misal dekat dengan kantor atau pos polisi, dekat dengan pemadam kebakaran, mudah untuk akses ke rumah sakit dan lain sebagainya.
10. Persiapkan catatan tentang rute perjalanan ke lokasi usaha anda untuk memudahkan anda jika sewaktu-waktu anda ingin mengunjungi lagi tempat usaha pilihan anda tersebut.
11. Cari tahu bagaimana keadaan toko-toko di sekitar lokasi usaha anda dan bagaimana iklim bisnis lokalnya. Apakah ramai, sedang, sepi atau bahkan sangat berprospek.
12. Tanyakan kepada pemerintah daerah setempat bagaimana peraturan penetapan wilayahnya.
13. Apapun bentuk tempat usaha yang akan anda pilih, cek kelengkapan utilities-nya, seperti air pam atau sumur, telepon, listrik dan lain sebagainya.
14. Pastikan bahwa lokasi usaha yang anda pilih dekat atau minimal mudah untuk memperoleh bahan baku atau pasokan buat usaha anda.
15. Selain ketersediaan bahan baku, pilihlah juga lokasi bisnis yang ketersediaan tenaga kerjanya gampang. Usahahakan jangan mendatangkan karyawan dari daerah yang terlalu jauh. Kecuali kalau hal itu tidak bisa anda hindari.
16. Perhatikan juga ketersediaan perumahan bagi karyawan. Bisa dengan perumahan yang siap huni yang memang untuk dijual, atau hanya sekedar dikontrakan.
17. Catat berapa tarif pajak daerah, negara dan penghasilan di lokasi usaha tersebut, kemudian konsultasikan dengan konsultan pajak anda. Tanyakan apa pendapat dan saran mereka bagi anda.
18. Segera evaluasi lokasi bisnis anda sehubungan dengan persaingan. Karena begitu anda salah mengambil langkah ini, anda bisa tergiling dalam persaingan.
19. Terakhir, seperti yang pernah saya tulis dalam artikel prinsip bisnis pareto, cari minimal 10 lokasi usaha yang sesuai dengan kriteria anda. Kemudian pilihlah 2 tempat usaha yang terbaik untuk anda jadikan pedoman sebelum memutuskan untuk mengambil 1 lokasi bisnis yang paling tepat.


http://www.dokterbisnis.net/2010/04/06/rahasia-cara-memilih-tempat-lokasi-usaha-yang-menguntungkan/

jadikan tempat penggodokan wirausaha

Kampus harus menjadi tempat penggodokan wirausahawan tangguh sekaligus tempat lahirnya industri kreatif yang berdaya saing tinggi. Untuk itu, pendampingan dari berbagai komunitas dan dosen diperlukan untuk mengarahkan dan mengawal mahasiswa menjadi seseorang yang  siap menciptakan lapangan kerja.

Menurut Wakil Koordinator Program Wirausaha Mahasiswa (PMW) Universitas Padjadjaran, Slamet Usman Ismanto, jumlah wirausaha Indonesia masih minim dan sebagian besar tidak dibekali keilmuan  memadai. ”Akibatnya, mereka terus berkutat di usaha mikro dan kecil. Sedikit sekali yang bisa mengembangkan usahanya,” ucapnya seusai deklarasi bersama mahasiswa wirausaha Indonesia ”Bandung Agreement” di Kampus Unpad Jln. Dipati Ukur Kota Bandung, Minggu (16/5).

Dalam deklarasi tersebut, sebanyak 74 mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi se-Indonesia menandatangani kesepahaman untuk mewadahi mahasiswa wirausaha.

Menurut Slamet, deklarasi ini merupakan awal terbentuknya sebuah wadah bagi mahasiswa yang terjun dalam kewirausahaan agar bisa berbagi ide, pengalaman, dan pengetahuan.

Slamet sepakat, yang terpenting dalam wirausaha mahasiswa adalah keberanian untuk memulai dan skill yang memadai. Masalah modal bisa diusahakan setelah dua syarat utama itu terpenuhi.

Di Unpad, kata Slamet, ada sekitar sembilan puluh mahasiswa yang saat ini tengah membuka usaha setelah mendapat bantuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional.

”Mereka terbagi dalam 41 kelompok. Saat ini, 32 kelompok usahanya sudah berjalan dan 20 di antaranya sudah menunjukkan kemajuan pesat,” katanya.

Usman menegaskan, hal ini tidak lepas dari upaya pendampingan yang dilakukan Unpad.

Salah seorang perwakilan mahasiswa wirausaha dari STMI Amikom Yogyakarta, Roy (21) mengatakan, terbentuknya wadah lewat Bandung Agreement merupakan langkah awal yang baik untuk menularkan virus entrepreneurship di kalangan mahasiswa. ”Masing-masing perwakilan yang hadir di sini akan pulang ke daerah asal masing-masing dan menularkan semangat wirausaha pada teman-teman di kampus,” ujarnya.

http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1492:jadikan-kampus-tempat-penggodokan-wirausaha&catid=69:berita-terkait&Itemid=196

cara memilih lokasi usaha yang tepat

Cara Memilih Lokasi Usaha Yang Tepat. Salah satu keputusan yang sangat penting sebelum memulai usaha bisnis waralaba adalah memilih lokasi yang tepat dan strategis sebagai tempat usaha. Karena lokasi ikut berperan menentukan tingkat kesuksesan usaha Anda.
Memilih Lokasi Usaha
Jika tidak atau belum memiliki bayangan seberapa strategis lokasi yang ingin Anda pilih, sebaiknya meminta kepada franchisor untuk memberi gambaran tentang lokasi tempat usaha itu. Atau, mintalah nasehat kepada franchisor dimana sebaiknya lokasi yang tepat untuk usaha Anda.

Biasanya, franchisor melakukan studi (riset) pasar sebelum memberikan persetujuan kepada franchisee. Riset ini salah satunya mengenai trade area franchise untuk mengetahui secara demografis potensi usaha dan informasi yang berhubungan dengan lokasi/tempat belanja masyarakat. Tidak ada salahnya jika Anda meminta lebih rinci gambaran dan potensi lokasi yang direncanakan.
Berikut beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi.
1. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk menjadi salah satu indikator besarnya potensi pasar usaha yang ingin Anda geluti, meskipun hal ini belum menjadi ukuran final. Apakah bisa dijadikan sebagai tempat belanja masyarakat.
2. Penghasilan
Jika kepadatan penduduk tidak linear dengan daya beli masyarakatnya, maka berarti lokasi itu tidak tepat sebagai tempat/pusat perbelanjaan. Karena itu, perlu Anda cermati bagaimana penghasilan penduduk di area trade Anda. Apakah lingkungan dekat menyukai jika mereka ditawarkan produk dari usaha franchise atau pusat perbelanjaan yang Anda miliki?
3. Jumlah usaha
Adakalanya, lokasi yang dipilih merupakan pusat shopping (pusat shopping) atau sentra perdagangan. Nah, apakah banyaknya usaha berpengaruh kepada lokasi? Apakah tipe bisnis di area itu menggunakan produk atau service yang ditawarkan franchise?
4. Tempat
Ada beberapa tipe tempat yang bisa dipilih untuk usaha Anda seperti mal (shopping mall), sentra usaha, perumahan, pinggir jalan dan sebagainya. Anda perlu menanyakan, apakah kebanyakan franchisee yang sukses berada di lokasi franchise seperti di dalam mal, di bagian yang paling ramai, di bagian terpisah dari mal, stand atau bangunan tersendiri atau di sentra industri?
5. Jumlah Traffic
Berapa banyak kendaraan yang lalu lalang di lokasi itu per harinya? Apakah orang yang lalu lalang akan dapat melihat tanda bisnis (plang) Anda? Apakah lokasinya mudah diakses?
6. Pusat keramaian
Jika lokasi berada di bagian mal misalnya Mall Depok Town Square, kebanyakan pusat lalu lalang yang terbaik adalah di outlet-outlet makanan. Kadang-kadang, di seberang jalan mal juga menjadi tempat yang di penuhi orang lalu lalang dan biasanya harga sewanya juga lebih murah. Bisa juga lokasinya di rumah sakit, kampus atau di pusat-pusat orang datang.
7. Akses karyawan
Bisa saja lokasi yang jarak tempuhnya sangat jauh menjadi kontra produktif buat karyawan Anda. Karena itu, lokasi sebaiknya terbilang cukup dekat terutama bagi karyawan utama Anda. Misalnya Mall Depok Town Square.
8. Zona
Jika lokasi yang Anda pilih bukan daerah perdagangan semacam shopping mall atau tidak cocok dengan usaha Anda, sebaiknya tidak dipaksakan. Maka, perlu juga Anda menanyakan, apakah zona lokasi cukup pantas untuk bisnis Anda.
9. Kompetisi
Pertimbangkan juga tingkat kompetisi usaha yang ingin Anda jalankan. Jika di lokasi tersebut sudah jenuh dengan usaha yang menawarkan produk sejenis, bisa jadi lokasi itu menjadi tidak strategis buat Anda.
10. Appearance
Anda pasti ingin usaha Anda terlihat berwibawa dan lingkungan di sekeliling lokasi tidak mengganggu usaha franchise Anda. Tanyakan kepada franchisor, apakah area lokasi cukup bersih dan terkendali? Apakah lingkungannya juga cukup baik?
Selanjutnya, mintalah franchisor membantu Anda bernegosiasi untuk mendapatkan lokasi yang strategis dan harga sewa yang lebih murah. Karena bisa saja dalam kasus tertentu, usaha tersebut dibutuhkan, misalnya oleh real estat untuk menjaring pasar.
Berikut kriteria demografik dalam memilih lokasi paling top.
Top four
1. Usia penduduk yang menjadi target pasar Anda.
2. Jumlah keluarga
3. Income setiap keluarga
4. Jumlah penduduk
Kriteria tambahan
1. Kompetisi di area atau lokasi
2. Prosentase penduduk yang menjadi target Anda.
3. Jumlah pria dan wanitanya
4. Prosentase populasi berdasarkan income yang masuk kategori konsumen potensial
5. Jumlah rumah tangga dengan income yang lebih besar
6. Rata-rata income keluarga
7. Income kelurga yang medium
8. Prosentase penduduk yang berpendidikan sarjana
9. Prosentase penduduk yang bekerja kantoran
10. Kepadatan penduduk

http://radenbeletz.com/cara-memilih-lokasi-usaha-yang-tepat.html

Memilih Lokasi Bisnis Eceran

Lokasi tempat usaha memang merupakan salah satu hal yang sangat mendukung sukses
tidaknya suatu bisnis. Tetapi tiap lokasi memiliki daya dukung atau pengaruh yang berbeda-beda terhadap suatu bisnis. Suatu lokasi bisa saja menguntungkan atau bahkan merugikan. Karena itu anda harus selektif dalam memilih lokasi tempat usaha, termasuk bisnis eceran sekalipun.

Lalu lokasi seperti apa yang menguntungkan, khususnya untuk bisnis eceran? Berikut ini adalah lokasi bisnis eceran yang cukup strategis:

Pusat kota
Kota merupakan lokasi yang menjanjikan bagi jalannya bisnis. Menempatkan bisnis eceran di pusat kota atau pusat perbelanjaan memiliki beberapa keuntungan, misalnya: lebih menarik konsumen, karena banyaknya orang yang lalu lalang dari satu kantor ke kantor yang lain. Sehingga banyak konsumen yang tak terduga. Hanya tentu saja persaingan bisnis di kota misalnya pusat perbelanjaan lebih ketat. Selain itu `cost' yang dibutuhkan pun lebih besar. Harga sewa tempat dan biaya produksi lebih tinggi.

Pemukiman penduduk
Keuntungan bisnis eceran di kawasan permukiman adalah biaya operasional dan biaya sewa tempat belanja tsb yang cenderung lebih kecil, serta hubungan dengan pelanggan yang cukup dekat. Tetapi menetapkan lokasi di daerah ini sebaiknya tidak jauh dari lokasi pertokoan utama atau tempat belanja di daerah tersebut. Pengalaman menunjukkan bahwa bisnis eceran di daerah pemukiman yang terletak kurang dari 3 km dari pusat pertokoan ternyata dapat berkembang dengan baik. Secara psikologis ada kecenderungan konsumen untuk lebih mudah mengingat dan mendatangi satu lokasi yang cukup besar dibandingkan dengan yang kecil-kecil dan terpencil.

Pusat perbelanjaan
Pusat perbelanjaan seperti mall, pasar tradisional, pertokoan, dll merupakan lokasi yang tepat untuk bisnis eceran. Karena lokasi ini selain menjadi pusat shopping juga memungkinkan prinsip _disibledevent=176368">shopping mall di Depok Town Square

Mendekati pesaing
Memilih lokasi yang dekat dengan pesaing atau pelaku bisnis di bidang yang sama bisa menjadi pilihan. Paling tidak, pelanggan para pesaing juga akan mengunjungi kegiatan bisnis anda. Jika pesaing kehabisan stok atau produk yang biasa mereka jual, memungkinkan pelanggan beralih ke bisnis anda. Jika memungkinkan jalin kerjasama dengan mereka. Sehingga keuntungan itu akan dirasakan bersama-sama.



http://id.88db.com/id/Knowledge/Knowledge_Detail.page/Peluang-Bisnis/?kid=10184

10 tips memilih lokasi bisnis yang tepat @ mesinkasir

Tingkat keberhasilan bisnis Anda sangat ditentukan oleh lokasi, lokasi dan lokasi.
Salah satu keputusan yang sangat penting sebelum memulai bisnis waralaba adalah memilih lokasi yang tepat. Sebab, lokasi ikut berperan menentukan tingkat kesuksesan usaha Anda.
Jika tidak atau belum memiliki bayangan seberapa strategis lokasi yang ingin Anda pilih, sebaiknya meminta kepada franchisor untuk memberi gambaran tentang lokasi itu. Atau, mintalah nasehat kepada franchisor dimana sebaiknya lokasi yang tepat untuk usaha Anda.
Biasanya, franchisor melakukan riset pasar sebelum memberikan persetujuan kepada franchisee. Riset ini salah satunya mengenai trade area franchise untuk mengetahui secara demografis potensi usaha dan informasi yang berhubungan dengan lokasi.
Tidak ada salahnya jika Anda meminta lebih rinci gambaran dan potensi lokasi yang direncanakan. Berikut beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi.
1. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk menjadi salah satu indikator besarnya potensi pasar usaha yang ingin Anda geluti, meskipun hal ini belum menjadi ukuran final. Anda bisa menanyakan kepada franchisor, berapa total jumlah penduduk atau rumah tangga yang berada dalam wilayah dagang Anda? Apakah area itu masih memiliki ruang untuk tumbuh? Apakah area itu sudah sangat padat oleh lokasi perumahan atau apartemen dan apa efeknya terhadap franchise? Berapa lama populasi/penduduk itu ada di area itu?

2. Penghasilan
Jika kepadatan penduduk tidak linear dengan daya beli masyarakatnya, maka berarti lokasi itu tidak tepat. Karena itu, perlu Anda cermati bagaimana penghasilan penduduk di area trade Anda. Anda perlu mengetahui, berapa rata-rata pendapatan keluarga di area itu? Berapa income penduduk yang ditargetkan dari usaha Anda? Apakah lingkungan dekat menyukai jika mereka ditawarkan produk dari usaha franchise Anda?.

3. Jumlah usaha
Adakalanya, lokasi yang dipilih merupakan pusat atau sentra perdagangan. Nah, apakah banyaknya usaha berpengaruh kepada lokasi? Apakah tipe bisnis di area itu menggunakan produk atau service yang ditawarkan franchise?

4. Tempat
Ada beberapa tipe tempat yang bisa dipilih untuk usaha Anda seperti mal, sentra usaha, perumahan, pinggir jalan dan sebagainya. Anda perlu menanyakan, apakah kebanyakan franchisee yang sukses berada di lokasi franchise seperti di dalam mal, di bagian yang paling ramai, di bagian terpisah dari mal, stand atau bangunan tersendiri atau di sentra industri? Franchisor harus dapat memberikan informasi mengenai tipe-tipe tempat ini.

5. Jumlah Traffic
Berapa banyak kendaraan yang lalu lalang di lokasi itu per harinya? Apakah orang yang lalu lalang akan dapat melihat tanda bisnis (plang) Anda? Apakah lokasinya mudah diakses?

6. Pusat kedatangan
Jika lokasi berada di bagian mal, kebanyakan pusat lalu lalang yang terbaik adalah di outlet-outlet makanan. Kadang-kadang, di sebrang jalan mal juga menjadi tempat yang di penuhi orang lalu lalang dan biasanya harga sewanya juga lebih murah. Bisa juga lokasinya di rumah sakit, kampus atau di pusat-pusat orang datang.

7. Akses karyawan
Bisa saja lokasi yang jarak tempuhnya sangat jauh menjadi kontra produktif buat karyawan Anda. Karena itu, lokasi sebaiknya terbilang cukup dekat terutama bagi karyawan utama Anda.

8. Zona
Jika lokasi yang Anda pilih bukan daerah perdagangan atau tidak cocok dengan usaha Anda, sebaiknya tidak dipaksakan. Maka, perlu juga Anda menanyakan, apakah zona lokasi cukup pantas untuk bisnis Anda.

9. Kompetisi
Pertimbangkan juga tingkat kompetisi usaha yang ingin Anda jalankan. Jika di lokasi tersebut sudah jenuh dengan usaha yang menawarkan produk sejenis, bisa jadi lokasi itu menjadi tidak strategis buat Anda. Perlu juga Anda mengenal apa kompetisi yang terdekat dengan usaha Anda?

10. Appearance
Anda pasti ingin usaha Anda terlihat berwibawa dan lingkungan di sekeliling lokasi tidak mengganggu usaha franchise Anda. Tanyakan kepada franchisor, apakah area lokasi cukup bersih dan terkendali? Apakah lingkungannya juga cukup baik?

Selanjutnya, jangan pernah segan-segan meminta franchisor membantu Anda bernegosiasi untuk mendapatkan lokasi yang strategis dan harga sewa yang lebih murah. Karena bisa saja dalam kasus tertentu, usaha tersebut dibutuhkan, misalnya oleh real estat untuk menjaring pasar.

http://indocashregister.com/2008/12/22/10-tips-memilih-lokasi-bisnis-yang-tepat-mesinkasir/